Monday, 28 September 2020

Mengapa Kita Harus Mencintai Diri Sendiri Terlebih Dahulu?






Hai Assalamualaikum, saya Fandy Ramadhan Saputro dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, disini saya akan menjabarkan sedikit tentang ‘Cinta Pada Diri Sendiri’ saya mohon  maaf kalau misalnya ada kata-kata saya yang kurang berkenan.

 

Cinta Pada Diri Sendiri, ya mungkin terdengar klise bagi kebanyakan orang atau bahkan saya sendiri. Tetapi sebenarnya hal ini sangat penting untuk diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Banyak orang sekarang sering update di Media Sosial mereka seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya yang mengatakan bahwa mereka sedang Overthinking, insecure dengan keadaannya. Ya hal itu memang sangat subjektif, penulis no offense terhadap hal tersebut. Namun ada banyak hal di dunia ini yang masih bisa membuatmu bahagia dan percaya diri menghadapi hari-harimu, saya misalnya ehe.

 

“Badannya bagus ya, langsing. Badanku jelek.”

“Mukanya glowing banget ya, gak kayak aku.”

“Dia pintar banget ya? Lulus kuliahnya cepat. Nggak kayak aku.”

“Senang ya pasti jadi dia. Pintar, cantik lagi.”

 

Pasti kalian sering menyebut atau mendengarkan kalimat tersebut, banyak orang yang ingin dicintai dan dianggap “wah” oleh orang lain tanpa menghargai dan mencintai dirinya sendiri dahulu. Kawan, lihatlah dirimu, betapa luar biasanya dirimu mampu bertahan dan berdiri sampai sekarang. Membandingkan dirimu dengan orang lain tidak akan ada habisnya, karena semakin kamu melihat kelebihan orang lain kamu akan melupakan kelebihan dari dirimu sendiri.

 

“Jangan Jalani Hidupmu Untuk Membuat Orang Lain Ingin Melihatmu WAH SEKALI DIA YA.”

 

Tidak akan ada yang sempurna di dunia ini, sebaik apapun Anda menilai seseorang atau sesuatu. Orang paling cantik yang pernah Anda temui saja mungkin memiliki kekurangan yang tidak Anda ketahui. Orang yang Anda anggap paling pintar juga mungkin memiliki ketidakmampuan melakukan sesuatu. Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Bagaimana Anda mampu menghargai kekurangan yang Anda miliki, akan membuat Anda mampu menghargai kekurangan yang dimiliki orang lain.

 

Lakukanlah sesuatu tanpa memikirkan opini atau omongan orang lain yang selalu tidak enak didengar di telinga anda, minder hanya akan membuat anda sedih dan tidak percaya diri. Atau jika anda butuh tempat cerita, ceritakan saja kepada teman dekat atau saudara anda, mungkin itu akan sedikit mengurangi beban yang ada di hati anda. Percayalah ada orang yang masih mencintai anda apa adanya. 

 

Bahagia bisa dilakukan dengan cara yang berbeda-beda tiap orangnya. Penulis sendiri sebenarnya adalah orang yang minder-an atau selalu kurang percaya diri dengan diri saya sendiri. Karena dulu waktu masih SMP teman-teman saya badannya sudah bisa dibilang ideal bagi seorang remaja SMP. Waktu itu tubuh saya kecil sehingga sering dijadikan candaan walau itu sebenarnya sedikit menyakitkan. Lalu saya berusaha menaikkan berat badan saya, namun itu sulit tercapai meskipun saya sering makan makanan berat di malam hari pun, tetap saja tubuh saya ini mungkin sudah tercetak kecil.

 

Dari situ saya berpikir untuk menerima keadaan dan mulai mencintai diri sendiri, walau rasa insekyur terus menghampiri saya, namun saya mulai terbiasa dengan hal itu. Ya namanya remaja masih sering ejek-ejekan. Jika pembaca masih kesulitan mencintai dirimu sendiri, tak apa semuanya butuh proses, pelan-pelan saja seperti kamu mendekati doi ehe. Jangan sampai kita lupa bahwa manusia tidak ada yang sempurna, serta kawan dan musuh ternyata dalam hidup ini adalah diri kita sendiri.

 

Terima Kasih

Fandy Ramadhan Saputro

205110500111036

Cluster 40

No comments:

Post a Comment