Hai Assalamualaikum, saya Fandy Ramadhan Saputro dari Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Brawijaya, disini saya akan menjabarkan sedikit tentang ‘Cinta
Pada Diri Sendiri’ saya mohon maaf kalau misalnya ada kata-kata
saya yang kurang berkenan.
Cinta Pada Diri Sendiri,
ya mungkin terdengar klise bagi kebanyakan orang atau bahkan saya sendiri.
Tetapi sebenarnya hal ini sangat penting untuk diterapkan dalam menjalani
kehidupan sehari-hari. Banyak orang sekarang sering update di Media Sosial
mereka seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya yang mengatakan bahwa
mereka sedang Overthinking, insecure dengan keadaannya. Ya hal itu memang
sangat subjektif, penulis no offense terhadap hal tersebut. Namun ada banyak
hal di dunia ini yang masih bisa membuatmu bahagia dan percaya diri menghadapi
hari-harimu, saya misalnya ehe.
“Badannya bagus ya, langsing. Badanku jelek.”
“Mukanya glowing banget ya, gak kayak aku.”
“Dia pintar banget ya? Lulus kuliahnya cepat. Nggak kayak aku.”
“Senang ya pasti jadi dia. Pintar, cantik lagi.”
Pasti kalian sering menyebut atau mendengarkan kalimat tersebut, banyak
orang yang ingin dicintai dan dianggap “wah” oleh orang lain tanpa menghargai
dan mencintai dirinya sendiri dahulu. Kawan, lihatlah dirimu, betapa luar
biasanya dirimu mampu bertahan dan berdiri sampai sekarang. Membandingkan
dirimu dengan orang lain tidak akan ada habisnya, karena semakin kamu melihat
kelebihan orang lain kamu akan melupakan kelebihan dari dirimu sendiri.
“Jangan Jalani Hidupmu Untuk Membuat Orang Lain Ingin Melihatmu WAH
SEKALI DIA YA.”
Tidak akan ada yang sempurna di dunia ini, sebaik apapun Anda menilai
seseorang atau sesuatu. Orang paling cantik yang pernah Anda temui saja mungkin
memiliki kekurangan yang tidak Anda ketahui. Orang yang Anda anggap paling
pintar juga mungkin memiliki ketidakmampuan melakukan sesuatu. Setiap orang
pasti memiliki kekurangan. Bagaimana Anda mampu menghargai kekurangan yang
Anda miliki, akan membuat Anda mampu menghargai kekurangan yang dimiliki
orang lain.
Lakukanlah sesuatu tanpa memikirkan opini atau omongan orang lain yang
selalu tidak enak didengar di telinga anda, minder hanya akan membuat anda
sedih dan tidak percaya diri. Atau jika anda butuh tempat cerita, ceritakan
saja kepada teman dekat atau saudara anda, mungkin itu akan sedikit mengurangi
beban yang ada di hati anda. Percayalah ada orang yang masih mencintai anda apa
adanya.
Bahagia bisa dilakukan dengan cara yang berbeda-beda tiap orangnya.
Penulis sendiri sebenarnya adalah orang yang minder-an atau selalu kurang
percaya diri dengan diri saya sendiri. Karena dulu waktu masih SMP teman-teman
saya badannya sudah bisa dibilang ideal bagi seorang remaja SMP. Waktu itu
tubuh saya kecil sehingga sering dijadikan candaan walau itu sebenarnya sedikit
menyakitkan. Lalu saya berusaha menaikkan berat badan saya, namun itu sulit
tercapai meskipun saya sering makan makanan berat di malam hari pun, tetap saja
tubuh saya ini mungkin sudah tercetak kecil.
Dari situ saya berpikir untuk menerima keadaan dan mulai mencintai diri
sendiri, walau rasa insekyur terus menghampiri saya, namun saya mulai terbiasa
dengan hal itu. Ya namanya remaja masih sering ejek-ejekan. Jika pembaca masih
kesulitan mencintai dirimu sendiri, tak apa semuanya butuh proses, pelan-pelan
saja seperti kamu mendekati doi ehe. Jangan sampai kita lupa bahwa manusia
tidak ada yang sempurna, serta kawan dan musuh ternyata dalam hidup ini adalah
diri kita sendiri.
Terima Kasih
Fandy Ramadhan Saputro
205110500111036
Cluster 40

No comments:
Post a Comment